Kamis, 24 Maret 2016

KEWAJIBAN TIDAK LANCAR


A.    Kewajiban Tidak Lancar
Adalah kewajiban atau hutang yang jangka waktu pelunasannya lebih dari 1 tahun (12 bulan). Kewajiban tidak lancar disajikan dalam beberapa kelompok, seperti Utang Jangka Panjang, Kewajiban Sewa Jangka Panjang, Kewajiban Pajak Penghasilan Tangguhan, dan Kewajiban Tidak Lancar Lain.
·         Utang Jangka Panjang ( Long Term Debt).
Untuk wesel bayar jangka panjang, obligasi, utang hipotek, dan kewajiban sejenis
·         Kewajiban Sewa Guna Usaha (Long Term Lease Obligation)
Beberapa jenis sewa guna usaah atas properti, pabrik, dan peralatan pada hakikatnya merupakan pembelian yang didanai dengan utang.
·         Kewajiban Pajak Penghasilan Tangguhan (Deffered Income Tax Liability)
Hampir seluruh perusahaan besar memiliki kewajiban pajak penghasilan tangguhan dalam neracanya. Kewajiban ini dapat dipandang sebagai pajak penghasilan yang diharapkan akan dibayar pada tahun mendatang yang telah dilaporkan pada laporan laba rugi, namun berdasarkan UU pajak belum dapat dikenakan kena pajak.
·         Kewajiban Tidak Lancar Lain (Other NonCurrent Liabilities)
Kewajiban tidak lancar yang tidak cocok untuk diklasifikasikan pada kelompok diatas akan dimasukkan kedalam kelompok ini atau disajikan pada kelompok – kelompok khusus. Contoh kewajiban jangka panjang lain adalah Dana Pensiun

B.     Jenis Hutang Jangka Panjang
·         Hutang Hipotik (Mortgage Payable)
Hutang hipotik adalah pinjaman jangka panjang yang didapatkan oleh perusahaan dari bank atau lembaga lembaga lain dengan disertai jaminan aktiva tetap tak bergerak.

Contoh:
Pada tanggal 1 Januari 2010 PT. Bulan mendapat pinjaman hipotik dari Bank Jaya sebesar Rp 80.000.000 bunga 12% dibayar dibelakang tiap tanggal 1/3 dan 1/9 dengan jaminan rumah dan tanah sebesar Rp 10.000.000. Hipotik diangsur setiap tanggal 1/8 dan dimulai tanggal 1/8/2011 dengan besarnya tiap angsuran Rp 20.000.000

Diminta:
Semua jurnal yang diperlukan termasuk pencatatan, penyeseuaian, penutupan dan pembalik untuk tahun 2010 dan 2011 saja.
Jawab:
01/01/2010      Kas……………………….                 Rp 80.000.000
                                                Hutang hipotik………………                        Rp 80.000.000
01/03/2010      Beban bunga………………               Rp 1.600.000
                                                Kas…………………………..                        Rp 1.600.000
Perhitungan: 2/12 x 12/100 x Rp 80.000.000 = Rp 1.600.000
01/09/2010      Beban Bunga………………              Rp 4.800.000
                                                Kas……………………………                      Rp 4.800.000
Perhitungan: 6/12 x 12/100 x Rp 80.000.000 = Rp 4.800.000
31/12/2010      Jurnal Penyesuaian:
                                    Beban bunga………………               Rp 3.200.000
                                                Hutang bunga…………………                     Rp 3.200.000
31/12/2010      Jurnal Penutup:
                                    Laba/rugi…………………                 Rp 9.600.000
                                                Beban bunga…………………                       Rp 9.600.000
01/01/2011      Jurnal Pembalik:
                                    Hutang bunga…………….                Rp 3.200.000
                                                Beban bunga………………….                      Rp 3.200.000
01/03/2011      Beban bunga………………               Rp 4.800.000
                                                Kas……………………………                      Rp 4.800.000
01/08/2011      Angsuran hipotik terhutang..              Rp 20.000.000
                                                Kas……………………………                      Rp 20.000.000
01/09/2011      Beban bunga……………..                 Rp 4.600.000
                                                Kas……………………………                      Rp 4.600.000
Perhitungan: 1/3 – 1/8 = 5/12 x 12/100 x Rp 80.000.000 = Rp 4.000.000
                             1/8 – 1/9 = 1/12 x 12/100 x Rp 80.000.000 = Rp 600.000
31/12/2011      Jurnal Penyesuaian:
                                    Beban bunga………………..                         Rp 2.400.000
                                                Hutang bunga…………………                     Rp 2.400.000
Perhitungan: 4/12 x 12/100 x 60.000.000 = Rp 2.400.000
31/12/2011      Hutang hipotik………………            Rp 20.000.000
                                                Angsuran hipotik terhutang…                                    Rp 20.000.000
31/12/2011      Jurnal Penutup:
                                    Ikhtisar laba rugi……………             Rp 7.600.000
                                                Beban bunga…………………                       Rp 7.600.000

·         Hutang Obligasi (Bond Payable)
Perusahaan yang membutuhkan dana untuk modal kerja yang cukup besar, dimana dana sendiri sudah tidak dapat lagi mengeluarkan emisi saham baru, maka perusahaan tersebut dapat mencari dana dengan cara menerbitkan surat obligasi yang sering disebut hutang obligasi.

·         Jenis – Jenis Obligasi
1.   Registred Bond adalah obligasi yang hanya dapat dijual atau ditempatkan dengan endorsement pada kertas obligasinya sehingga perseroan terbatas yang boleh mengeluarkannya.
2.   Bearer Bonds atau Coupun Bonds adalah obligasi yang dapat dijual dengan tidak perlu mengadakan endorsement pada obligasinya, tetap cukup dengan hanya menyerahkan obligasinya saja
3.   Term Bond adalah obligasi yang dikeluarkan dengan tanggal pelunasan yang sama untuk seluruh obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan.
4.   Convertible Bond adalah obligasi yang dapat diturkan dengan surat – surat berharga lainnya, misalnya dapat ditukarkan dengan saham.
5.   Serial Bonds adalah obligasi yang dikeluarkan dengan tanggal pelunasan yang berbeda untuk satu obligasi dengan obligasi lainnya.
6.   Collable Bonds adalah obligasi yang dapat dilunasi sebelum tanggal jatuh tempo.
7.   Secured Bonds adalah obligasi yang memberikan hak kepada pemegangnya menuntut asset tertentu apabila perseroan terbatas yang menerbitkan obligasi tidak dapat melunasi obligasi tersebut pada tanggal jatuh temponya.
8.   Dibenture Bond adalah obligasi yang dikeluarkan dengan sifat yang sama dengan pinjaman biasa.

Harga penempatan obligasi dapat di hitung dengan dua cara yaitu :
a.    Mengikuti harga kurs yang disepakati antara penjual dan pembeli
b.   Dengan memperhtung bunga efektif yang akan di terima

a.       Mengikuti harga kurs yang di sepakati antara pembeli dan penjual
Dengan cara ini harga beli obligasi hanya ditentukan dengan kurs jual dan dikurangi biaya-biaya penjualan. Kurs beli tersebut dapat di atas nilai nominal (>100%) di bawah nilai nominal (<100%) atau kurs pari sama dengan nilai nominal (100%)
Contoh :
Pada tanggal 1 Maret 2010 PT.Jaya menempatkan atau menjual utang obligasinya pada PT.Indomart dengan sebanyak 2000 lembar, dengan kurs 110% dan  nilai nominal @100.000, Biaya yang diperhitungkan adalah biaya provisi dan materai 1%. Tingkat bunga 12% hari kupon 1/6 – 1/12
Pada tanggal 1 April 2010 PT.Jaya menjual utang obligasinya pada PT.Semen Tiga Roda sebanyak 5000 lembar dengan nilai nominal @20.000 dan kurs 95% , provisi dan materai 1% tingkat bunga 10% hari kupon 1/8
Pada tanggal 1 Mei 2010 PT.Jaya menempatkan utang obligasi PT.Indofood sebanyak 1000 lembar nilai nominal @80.000 dengan kurs 100% (Pari) profisi dan materai 1% , tingkat bunga 13,5% hari kupon 30 April dan 30 Oktober.
Diminta :
Tentukan harga perolehan atau penempatan dari utang obligasi pada PT.Indomart , utang  obligasi pada PT.Semen Tiga Roda dan utang obligasu pada PT.Indofood
Jawab :
Harga jual obligasi pada PT.Indomart = 2000 x 100.000 x 110% = 220.000.000
Provisi dan materai 1% x 220.000.000                                              = 2.200.000
                        Harga perolehan atau harga beli                                 = 217.800.000
Harga beli obligasi PT.Semen Tiga Roda = 5000 x 20.000 x 95% = 95.000.000
Provisi dan materai 1% x 95.000.000                                    = 9.500.000
                        Harga perolehan atau harga beli                                 = 94.050.000

Harga beli obligasi PT.Indofood = 1000 x 80.000 x 100% = 80.000.000
Provisi dan materai 1% x 80.000.000                          = 800.000
                        Harga perolehan atau harga beli          = 79.200.000

Contoh :
Bila dalam contoh kasus di atas pada tanggal 1 januari 2010 PT.Indosat mendapatkan 1000 lembar utang obligasi yang harus di bayarkan pada PT.Matahri . nominal obligasi adalah @50.000 , bunga 12% pertahun yang dibayarkan dibelakang tiapp tanggak 2 januarui dan 2 juli. Oblgasi ini akan jatuh tempo 31 desember 2017 , PT.Matahri megharapkan akan menerima pendapatan bunga secara efektif sebesar 10%
Diminta :       
Tentukan berapakah harga beli obligasi ini
Jawab :
a.                   Taksiran nilai sekarang dari obligasi yang akan jatuh tempo 8 tahum yangbakan datang dapat di cari dengan rumus :
P = N x 1/(1+r)t
P = 50.000.000 x 1/ (1+0.05)16
P = 50.000.000 x 0.458111521
P = 22.905.576
b.                  Taksiran nilai bunga yang akan di bayar
Fa = 1-1/(1+r)t x r
Fa = 1-1/(1+0.05)16 x 0.05
Fa = 10,83776956
Faktor anuitas dengan tingkat bunga 10% dan periode 16kali
Bunga perperiode 6bulan adalah 6% x 50.000.000 = 3.000.000
Bunga efektif selama umur obligasi adalah = 3.000.000 x 10,83776956 = 32.513.309,68

Jadi harga beli obligasi ini agar menghasilkan tarif bunga fektif 10% adalah
Nilai sekarang dari obligasi jatuh tempo                     22.905.576
Taksiran nilai tunai bunga yang akan diterima            32.513.309   +
Harga beli obligasi                                                      55.418.885
Berarti obligas ini ditempatkan diatas nilai nominalnya yang akan menimbulkan agio obligasi sebesar nilai nominal 50.000.000 dikurangi harga beli 55.838.456 = 5.838.456

Rabu, 27 Januari 2016

AKTIVA TETAP BERWUJUD, PEROLEHAN, PENGGUNAAN DAN DEPRESIASI AKTIVA TETAP

REVIEW KELOMPOK 13 ( ASTRID, ERVINA & ERVINA)
-         Aktiva tetap adalah harta yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dibangun lebih dahulu dan digunakan oleh perusahaan dalam menjalankan aktivitas usaha.
-         Aktiva tetap terbagi menjadi 2 yaitu :
·        Aktiva tetap berwujud adalah aktiva tetap yang memiliki bentuk fisik. Contohnnya : Peralatan, tanah, bangunan, mesin dan sebagainya.
·        Aktiva tetap tidak berwujud adalah aktiva yang tidak memiliki wujud fisik tetapi memiliki manfaat yang besar untuk perusahaan . Contohnya : goodwill, hak paten, merk dagang dan sebagainya.
-         Harga perolehan aktiva tetap yaitu nilai aktiva tetap didasarkan atas harga perolehannya yang mencakup segala pengeluaran untuk memperoleh aktiva tetap sampai siap digunakan.
-         Hak perolehan aktiva tetap : Harga beli, asuransi, angkutan dan biaya lain-lain.
-         Pengeluaran modal adalah biaya-biaya yang dikeluarkan dalam rangka memperoleh aktiva tetap, meningkatkan efisiensi operasional dan kapasitas produktif aktiva tetap, serta memperpanjang masa manfaat aktiva tetap.
-         Masa manfaat aktiva tetap merupakan umur ekonomis aktiva tetap, masa manfaat aktiva tetap dapat dibagi tiga :
·        Tidak terbatas misalnya tanah (tidak dikenakan penyusutan)
·        Terbatas dan dapat diganti, misalnya gedung, kendaraan, peralatan dikenakan penyusutan terhadap harga perolehannya.
·        Terbatas tetapi jika habis kegunaannya tidak dapat diganti dengan sejenis, misalnya pertambangan.
-         Penyusutan (Depresiasi) merupakan penurunan nilai manfaat secara periode dari aktiva tetap.
-         Metode penyusutan :
·        Berdasarkan waktu : Metode garis lurus dan pembebanan yang menurun (Saldo menurun ganda dan jumlah angka tahun).
·        Berdasarkan Penggunaan : Metode jam jasa dan metode unit produksi.

Rabu, 20 Januari 2016

PENILAIAN ERSEDIAAN BERDASARKAN SELAIN HARGA POKOK

REVIEW KELOMPOK 12 ( AYU&VIRA)


  • Nilai terendah antara biaya dan harga pasar :


1. Penilaian mana yang terendah antara harga pokok atau harga pasar, jika harga pasar               suatu persediaan lebih rendah daripada harga pokoknya, alternatif lain dalam menilai       persediaan pada harga pokok adalah menggunakan metode mana yang terendah                     antara harga pokok atau harga pasar.
        2.  Dalam metode ini tidak memperhatikan metode yang digunakan (Harga pokok atau harga                   pasar mana yang terendah).
          3. Metode mana yang terendah antara harga pokok atau harga pasar dapat digunakan untuk: 
                                1. Setiap jenis persediaan
                          2. Kelompok persediaan tertentu
                          3. Persediaan secara keseluruhan
  •  Metode laba kotor untuk mengestimasi penjualan:

1.      Jika metode ini digunakan jumlah penjualan untuk periode dapat dibagi ke dalam 2 komponen yaitu: 1. Laba Kotor 
2.      Harga Pokok Penjualan
3.      Menghitung persediaan akhi
  •       Persediaan eceran:
Yaitu metode persediaan yang biasa digunakan pada perusahaan retail/department store.

PERSEDIAAN BARANG DAGANG

REVIEW KELOMPOK 11 (Elin & Ismail)


  • Persediaan adalah semua barangbaik yang sudah jadi atau yang masih butuh proses untuk dijual.
  • Jenis-jenis persediaan ; Merchandise Inventory (Persediaan Barang Dagang), Direct Materials Inventory (Persediaan Bahan Baku), Indirect Materials Inventory (Persediaan Bahan Pembantu), Work In Process Inventory (Persediaan Barang Dalam Proses), Finished Goods Inventory (Persediaan Barang Jadi).
  • Metod embukuan dalam pembukuan persediaan ada 2 maetode yaitu metode perpetual dan metode periodik/fisik.
  • Pos-pos yang dimasukan dalam persediaan : Barang dalam perjalanan, Barang konsinyasi / Barang titipan, Barang yang dipisahkan, Barangyang telah dijual dengan angsuran, Barang yang telah dijual dengan tingkat retur yang tinggi.
  • Biaya yang dimasukan dalam persediaan : Biaya Produk.
  • Penilaian persediaan : Metode periodik dan metode perpetual.
  • Metode periodik : Special identification, simple average (rata-rata sederhana), weighted average (rata-rata tertimbang), FIFO, LIFO.
  • Metode perpetual : FIFO, LIFO, Moving Average (Rata-rata bergerak).

Kamis, 14 Januari 2016

WESEL DAN PROMES

REVIEW KELOMPOK 10 (Aldifa dan Annas)
WESEL DAN PROMES

● Promes adalah surat sanggup membayar kepada pihak yang terutang. Poin-poin yang terdapat di promes : 1) Tanggal dibuatnya promes. 2) Jangka waktu jatuh tempo. 3) Nilai/nominal promes. 4) Isi dari surat promes yang menyatakan sanggup membayar. 5) Pihak pembuat promes. 6) Tanda tangan pihak debitur dan kreditur.

Contoh promes :



● Wesel adalah surat perintah untuk membayar sejumlah uang dari kreditur kepada debitur. Wesel terbagi menjadi dua, yaitu :
1) Wesel berbunga merupakan wesel yang dikenakan bunga apabila melebihi dari batas tanggal jatuh tempo.
2) Wesel tidak berbunga merupakan wesel yang tidak dikenakan bunga walaupun melebihi dari batas tanggal jatuh tempo.

Contoh Wesel :

Contoh soal pencatatan wesel :
○ 12/02/2010  PT A menjual separtai barang kepada PT B sebesar Rp 2.000.000 dengan syarat pembayaran 2/10, n/30
=> PT A
12/02/2010  Account Receivable      Rp 2.000.000
                               Sale                                   Rp 2.000.000
      PT B
12/02/2010  Purchase                         Rp 2.000.000
                              Account Payable             Rp 2.000.000

○ 11/03/2010  PT B memberikan promes per 1 bulan kepada PT A karena PT B belum punya uang.
=> PT A
11/03/2010   Notes Receivable          Rp 2.000.000
                              Acc. Receivable               Rp 2.000.000
      PT B
11/03/2010   Acc. Payable                   Rp 2.000.000
                               Notes Payable                 Rp 2.000.000

○ 22/03/2010  PT A menjual separtai barang kepada PT B sebesar Rp 3.000.000 dengan menarik wesel per 60 hari berbunga 6% setahun.
=> PT A
22/03/2010  Notes Receivable            Rp 3.000.000
                                Sale                                  Rp 3.000.000
       PT B
22/03/2010  Purchase                          Rp 3.000.000
                                 Notes Payable               Rp 3.000.000

○ 11/04/2010  PT A melunasi pelunasan wesel dari PT B sebesar Rp 2.000.000.
=> PT A
11/04/2010  Cash                                  Rp 2.000.000
                              Notes Receivable            Rp 2.000.000
      PT B
11/04/2010  Notes Payable                 Rp 2.000.000
                              Cash                                   Rp 2.000.000

○ 21/05/2010 PT A menerima pelunasan dari PT B atas wesel berbunga tertanggal 23/03 yang lalu.
Bunga = 60/360 × 6%  ×  Rp 3.000.000 = Rp 30.000
=> PT A
21/05/2010  Cash                                  Rp 3.030.000
                               Notes Receivable           Rp 3.000.000
                               Interest Avenue             Rp      30.000
      PT B
21/05/2010  Notes Payable                 Rp 3.000.000
                      Interest Expense            Rp      30.000
                                Cash                                 Rp 3.030.000

Sabtu, 26 Desember 2015

MAKALAH "MODEL DATA RELASIONAL"

MAKALAH
PENGANTAR BASIS DATA

"MODEL DATA RELASIONAL"


DISUSUN OLEH:

NAMA      : MAGHDA MAGHFIRA
NPM          : 46214304                        
KELAS      : 2DA02                            


UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
PTA 2015/2016


KATA PENGANTAR

          Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas  rahmat, karunia, dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul "Model Data Relasional"
         Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tuggas kuliah Pengantar Basis Data#.
          Ucapan terima kasih kepada Ibu Anggraeni Ridwan selaku dosen mata kuliah Pengantar Basis Data# di Universitas Gunadarma.
          Saya menyadari bahwa makalah ini masih banyak terdapat kekurangan sehingga kiranya mohon dimaklumi. Kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan untuk kesempurnaan makalah ini. Demikian makalah ini saya buat, semoga dapat memberikan manfaat dan pengetahuan dalam penyusunan data.
Bekasi, 27 Desember 2015



Maghda Maghfira              

DAFTAR ISI
Cover
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I Pendahuluan
          1.1 Latar Belakang
          1.2 Rumusan Masalah
          1.3 Tujuan
BAB II Pembahasan
          2.1 Pengertian Model Data Relasional
          2.2 Keuntungan dan Kerugian Model Data Relasional
          2.3 Istilah Dalam Model Data Relasional
          2.4 Relational Keys
          2.5 Relational Integrity Rules
BAB III Penutup
          3.1 Kesimpulan
REFERENSI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
          Basis data adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari database tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengolah data dan mengambil kueri basis data disebut sistem manajemen basis data.
              Basis data dapat menghasilkan informasi dengan cepat dan tepat. Banyak aplikasi yang dibuat dengan berlandaskan pada basis data antaralain semua transaksi perbankan, aplikasi pemesanan dan penjadwalan penerbangan, proses regristrasi dan pencatatan data mahasiswa, dan sebagainya.

1.2 Rumusan Masalah
      1.      Apa yang dimaksud dengan Model Data Relasional ?
      2.      Apa keuntungan dan kerugian model data relasional ?
      3.      Apa saja istilah-istilah dalam model relasional ?
      4.      Apa saja relational keys ?
      5.      Apa saja relational integrity rules ?

1.3 Tujuan
       1. Memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Basis Data#.
       2. Mengetahui model data relasional.
       3. Mengetahui istilah, relational keys, dan relational integrity rules pada model data relasional.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Model Data Relasional
      Model data relasional merupakan sebuah data yang terdiri dari tabel-tabel yang diberi nama yang unik dan sebuah batis dalam tabel mempresentasikan keterhubungan dari beberapa data yang ada.

2.2 Keuntungan dan Kerugian Model Data Relasional

      Keuntungan :
  • Sederhana
  • Gambaran secara visual
  • Alat bantu komunikasi lebih efektif
  • Terintegrasi dengan model basis data relasional
      Kerugian :
  • Gambaran aturan-aturan terbatas
  • Gambaran relasi terbatas
  • Tidak ada bahasa untuk memanipulasi data
  • Kehilangan isi informasi
2.3 Istilah Dalam Model Data Relasional
  • Relasi, sebuah tabel yang terdiri dari beberapa kolom dan beberapa baris yang menunjukkan adanya hubungan diantara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda.
  • Atribut,  kepala/header dari setiap kolom yang ada dalam tabel relasi.
  • Tuple, baris pada sebuah relasi yang saling berkaitan menginformasikan secara lengkap.
  • Domain, kumpulan nilai yang valid untuk satu atau lebih atribut.
  • Derajat, jumlah atribut dalam sebuah relasi.
  • Cardinality, jumlah tuple dalam sebuah relasi.
2.4 Relational Keys
  • Super key, sebuah atau sekumpulan atribut yang secara unik mengidentifikasi sebuah tuple dalam tabel relasi.
  • Candidate key, super key yang himpunan bagian sebenarnya tidak ada yang menjadi super key juga.
  • Primary key, satu atribut atau satu set minimal atribut yang tidak hanya mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian spesifik, tapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari suatu entitas.
  • Alternate key, candidate key yang tidak dipilih sebagai primary key.
  • Foreign key, atribut dengaan domain yang sama yang menjadi kunci utama pada sebuah relasi tetapi pada relasi lain atribut tersebut hanya sebagai atribut biasa.
2.5 Relational Integrity Rules
  • Null, nilai sebuah atribut yang tidak diketahui atau tidak ada pada sebuah tuple dalam tabel relasi.
  • Entity integrity, sebuah peraturan integritas yang menyatakan bahwa setiap tabel relasi harus mempunyai sebuah primary key dan atribut/sekumpulan atribut yang dipilih sebagai primary key harus mempunyai nilai dan nilai tersebut harus unik dan tidak null.
  • Referential integrity, sebuah peraturan integritas yang menyatakan bahwa setiap atribut sebuah tabel relasi yang menunjuk ke tabel relasi lainna harus merupakan hubungan yang valid.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
          Basis data diartikan sebagai koleksi atau kumpulan data-data yang saling berhubungan (relation), disusun menurut aturan tertentu secara logis, sehingga menghasilkan informasi. Komponen dasar dalam pembuatan basis data dengan adanya data, hardware, software dan user. Istilah-istilah dalam basis data model relasional yaitu ; relasi, atribut, tuple, domain, derajat, dan cardinality.

REFERENSI

https://busmaniar29.wordpress.com/2013/01/06/model-data-relasional/
https://rizarulham.wordpress.com/2009/10/14/pengenalan-model-data-relasional/